Kamis, 14 Oktober 2010

Proses pengambillan keputusan dan persepsi konsumen

A. PROSES DAN PERILAKU PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Konsep Keputusan

Bila ditinjau dari alternative yang harus dicari, sebetulnya dalam prooses pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan masalah. Pemecahan masalah ini menurut beberapa penulis memiliki tiga tingkatan.


a. Pemecahan masalah yang mensyartakan respons yang rutin

Perilaku seseorang merupakan proses terhadap rutinitas ini, karena berulang – ulang dilakukan, terjadi begitu saja, bahkan seringkali tanpa disadari. Kenyataan bahwa konsumen mengambil keputusan rutin telah mengundang kritik terhadap model proses pengambilan keputusan. Model tradisional proses pengambilan kepputusan konsumen itu melukiskan tentang betapa rumitnya pengambilan keputusan konsumen sebagai akibat dari berbagai pengaruh eksternalyang harus ditangani konsumen dengan kerangka acuan yang telah ada dalam dirinya sebagai hasil dari sosialisasi konsumen.

b. Pemecahan masalah dengan proses yang tidak berbelit – belit

Hal ini terjadi karena sudah ada tahap pemecahan masalah yang telah dikuasai. Keputusan untuk memecahkan masalah dalam hal ini sangat sederhana. Jalan pintas kognitif yang menjadi ciri khas pemecahan masalah ini menyebabkan seseorang tidak peduli dengan ada atau tidaknya informasi. Bila ada informasi, informasi itu hanya digunakan untuk membedakan merk yang satu dengan merk yang lain.

c. Pemecahan masalah yang dilakukan dengan upaya yang lebi berhati – hari dan penuh pertimbangan

Dalam tingkatan ini konsumen memerlukan informasi yang relative lengkap untuk membentuk criteria evaluasi, karena dia belum menguasai criteria yang baku. Proses pemecahan masalah menjadi lebih rumit dan panjang dan biasanya mengikuti proses tradisional, mulai dari sadar akan kebutuhan, motivasi untuk memnuhi kebutuhan itu, mencari informasi, mengembangkan alternatif, memilih satu dari alternatif – alternatif tersebut. Dan memutuskan untuk membeli. Hal ini terutama bial menyangkut produk yang gampang dilihat orang lain dan sangat memprngaruhi citra diri sosial seseorang.



2. Analisis Pengambilan Keputusan
Ada empat sudut pandang dalam menganalisis pengambilan keputusan konsumen. Pertama adalah sudut pandang ekonomis. Yang kedua adalah sudut pandang pasif, yang ketiga adalah sudut pandang kognitf dan keempat adalah sudut pandang emosional.
a. Sudut pandang ekonomis

Pandangan ini melihat konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional. Ini berarti bahwa konsumen harus mengetahui semua alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternatif yang ditentukan, dilihat dari kegunaan dan kerugiaanya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik.

b. Sudut pandang pasif

Sudut pandang ini berlawanan dengan sudut pandang ekonomis. Pandangan ini mengatakan bahwa konsumen pada dasarnya pasrah pada kepentingannya sendiri dan menerima secara pasif usaha – usaha promosi dari para pemasar. Konsumen dianggap sebagai pembeli yang impulsive dan irassional.

c. Sudut pandang kognitif

Sudut pandang ini menggagap konsumen sebagai cognitive man atau sebagai problem solver. Menurut pandangan ini, konsumen merupakan pengolah informasi yang senantiasa mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolahan informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, selanjutnya terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Jadi cognitive man dapat diibaratkan berdiri diantara economic man dan passive man.

d. Sudut pandang emosional

Pandangan ini menekankan emosi sebagai pendorong utama sehingga konsumen membeli suatu produk.
3. Proses Pengambilan Keputusan
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation).[ Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.


B. PERSEPSI KONSUMEN
1. Pengertian Persepsi Konsumen
Menurut schiffman dan kanuk (1997) perception is “Peception can be define as a process by which an individual select, organizes and interprets stimuli into a meaningful and coherent picture of the world “
Sedangkan persepsi menurut Irwanto (1995) mendefinisikan persepsi sebagai “ suatau proses diterimanya rangsangan sampai stimulus tersebut disadari dan dimengerti”
Dalam persepsi banyak menggunakkan panca indera untuk menangkap stimulus objek-objek yang ada diingkungan sekitar. Suatu rangsangan (stimulus) , sebagai masukan untuk panca indera atau sensory recpetion. Fungsi dari sensory receptor adalah untuk melihat, mendengar, mencium aroma, merasakan dan menyentuh. Selama ini teori persepsi manusia di dominasi oleh dua asumsi yang diajukan yakni :
1. Prosess pembentukan kesan dianggap bersifat mekanis dan cenderung mencerminkan sifat manusia yang memberi stimulus
2. Proses tersebut dibawah dominasiperasaan atau evaluasi bukan oleh pikiran atau kognisi
Persepsi konsumen adalah dimana seseorang mengorganisir dan mengartikan kesan dari panca indera dalam tujuan untuk memberi arti dalam lingkungan mereka (Robins,1998). Persepsi konsumen ini sangat penting dipelajari karena perilaku konsumen didasarkan oleh persepsi mereka tentang apa itu kenyataan dan bukan kenyataan itu sendiri. Persepsi tidak hanya tergantung pada sifat – sifat rangsangan fisik, tapi juga pada pengalaman dan sifat sekarang individu.


2. Faktor yang mempengaruhi Persepsi
Persepsi dapat dipengaruhi oleh karakter seseorang. Karakter tersebut dipengaruhi oleh ( Robbins,1998 ) :
1. Attitudes
Dua individu yang sama , tetapi mengartiklasn sesuatu itu berbeda satu dengan yang lainnya
2. Motives
Kebutuhan yang tidak terpuaskan yang mendorong individu dan mungkin memiliki pengaruh yang kuat terhadap persepsi mereka.
3. Interest
Fokus dari perhatian kitasepertinya dipengaruhi oleh minat kita, karena minat seseorang berbeda satu sama lain. Apa yang diperhatikan oleh seseorang dalam suatu situasi bisa berbeda dengan yang lain.
4. Experiences
Fokus dari individu yang berhubungan dengan pengalaman masa lalu seperti minat dan interest individu. Seorang individu merasakan pengalaman masa lalu pada sesuatu uang individu tersebut hubungkan dengan hal yang terjadi sekarang
5. Expectations
Ekspetasi bisa mengubah persepsi seseorang dimana individu tersebut dapat melihat apa yang mereka harapkan dari yang terjadi sekarang.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan persepsi, yaitu ( Schiffman & Kanuk, 1995 ) :
1. Sensation
Sensation merupakan rangsangan langsung dari organ -organ yang mempunyai sensor untuk menanggapi rangsangan sederhana tersebut
2. Absolute Threshold
Adalah tingkatan yang paling rendah dimana seseorang dapat mengalami sensasi tersebut.
3. Differential Threshold
Merupakan perbedaan kecil yang dapat dideteksi oleh dua rangsangan yang sangat mirip.



SUMBER :
- Prasetijo,Ristiyanti Dra.2005.Perilaku Konsumen.Yogyakarta : Andi
- http://digilib.petra.ac.id. Diakses pada tanggal 14 oktober 2010
- http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen. Diakses pada tanggal 14 oktober 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar